Wednesday, February 22, 2012

Site Search

Siswa MAN Bisa Membuat Pesawat Terbang

Membuat pesawat terbang ternyata mudah dan mengasyikkan. Selain pekerjaannya tidak begitu berat, merangkai balok-balok kayu tipis yang diampelas juga menyenangkan. Selain itu pengerjaannya ternyata tidak membutuhkan waktu lama, cukup sehari. Bahkan kalau pembuatnya terampil, cukup dalam hitungan jam. Bukan hanya kaum lelaki, kaum wanita pun bisa melakukannya. Nah, kali ini yang membuat pesawat terbang adalah siswa dan siswi madrasah aliyah.

Jumat (28/5), sejumlah siswa dan siswi madrasah aliyah bukannya mengisi waktu liburan dengan bersantai, melainkan mengikuti kegiatan Work Shop Aeromodelling. Kegiatan ini diselenggarakan oleh ekstra kurikuler Pramuka MAN Tambakberas, Jombang. Namun, pesertanya bukan hanya siswa-siswi MAN Tambakberas saja, melainkan dari MA Nurul Jadid Diwek dan MAN 6 Kepuhdoko-Tembelang, Jombang, yang berjumlah keseluruhan 91 siswa.

Work shop kali ini membuat pesawat terbang mini berbahan dasar kayu ’balsah’ atau kayu randu Belanda. Adapun alatnya sangat sederhan sekali, yakni gergaji U, penggaris besi, cutter, dan amplas sebagai penghalus.

Acara dimulai pukul 07.00 dengan apel persiapan peserta dan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh tim instruktur dari Saka Dirgantara sekitar 30 menit dan dilanjutkan dengan praktek pembuatan pesawat. Meski udara agak panas, namun kegiatan berlangsung lancar dan menyenangkan. Diawali dengan penyampaian materi yang disampaikan oleh Pak Kus (anggota TNI AU), ditemani oleh Tuntun Arie dan Nur Khoiron (pembina Pramuka Saka Dirgantara, Jombang). Juga hadir waka kesiswaan MAN Tambakberas, Hj. Nidaus Sa’adah,  S.Ag., M.PdI., pembina OSIS, Machrus, S.HI., dan guru Fisika, Toyib Wahyudi, S.Pd., yang juga bergabung menjadi peserta work shop. Penyampaian materi ini dilakukan di lapangan induk MAN Tambakberas.

Begitu penyampaian materi selesai, kegiatan selanjutnya yakni proses pembuatan pesawat terbang mini. Proses ini dilakukan di tiga ruang kelas. Tepatnya di ruang kelas XI IPS 1 ditempati peserta putri, ruang kelas XI IPS 2 dan XI BHS 1 ditempati peserta putra. Suasana begitu menyenangkan meskipun keringat membasahi tubuh peserta serta limbah debu hasil dosokan. ”Senang sekali ikut kegiatan kayak gini,” kata Miftahussurur (XI IPS), siswa MA Nurul Jadid-Diwek, yang saat itu sambil menghaluskan (mengamplas) bagian tubuh pesawat. ”Buat nambah pengalaman, Pak.” imbuhnya sambil mengusap peluh di dahinya.

Sama halnya di ruangan putri. Mereka sangat giat dan antusias sekali mengikuti pelatihan ini. Selain menyenangkan, juga untuk mengasah kemampuan. ”Seneng banget,” ungkap Nuriyah, siswi MAN Tambakberas yang saat itu dengan semangat menghaluskan bagian sayap pesawat. ”Karena dengan ikut acara ini, kita bisa menguji kemampuan kita, bakat kita, minat kita, sekaligus menggali kreativitas kita,” lebih lanjut siswi X-6 ini memberikan komentar.

Selain untuk menambah pengalaman, pengetahuan, dan kreativitas siswa, pelatihan ini diharapkan bisa memberikan hal positif bagi siswa. Minimal siswa mendapat tambahan keterampilan, di samping tetap meraih prestasi yang gemilang. ”Dengan kegiatan ini, siswa diharap bisa menelusuri bakatnya, dan juga siswa tetap harus meraih prestasi,” ungkap Pak Nur Khoiron, pembina Pramuka Saka Dirgantara, yang saat itu sambil membimbing peserta.

Kegiatan selesai pukul 16.00 atau pukul empat sore. Dilanjutkan dengan penerbangan pesawat-pesawat mini yang berhasil mereka buat. Senyum merekah tampak pada semua peserta, karena pesawat mini yang mereka buat berhasil terbang. Semoga bisa menambah pengetahuan dan keterampilan biai semua. ”Yeeee…….. bisa terbang……,” serempak peserta mengutarakan kebahagiaannya.(sephia)

 


Leave a Reply