Wednesday, February 22, 2012

Site Search

Kemuliaan Orang yang Salat Dhuha

Orang yang suka memulai di pagi harinya dengan menyebut dan mengagungkan Allah dengan melakukan salat Dhuha, yakni salat sunnat dua rakaat sekali, dua kali, tiga kali atau empat kali sesudah naik matahari kira-kira antara pukul 7 sampai dengan pukul 11, Allah SWT akan menjamin baginya dengan jaminan istimewa di dunia dan akhirat.

Perbuatan tersebut adalah kebiasaan yang dilakukan Rasulullah SAW selama hidupnya.

Sebagaimana salah satu keterangan berikut ini.

“Telah berkata Abu Huraerah: Kekasih saya, (Nabi Muhammad SAW) telah berwasiat tiga perkara kepada saya, yaitu puasa tiga hari tiap-tiap bulan, sembahyang Dhuha dua rakaat dan sembahyang Witir sebelum tidur”. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari Muslim).

Memang salat Dhuha merupakan keistimewaan yang luar biasa, sebab manusia akan merasa berat dan bahkan terlalu berat pada saat-saat yang tanggung untuk menyempatkan diri melakukan salat sunnat tersebut. Padahal dirasa berat hanyalah apabila belum biasa dan belum tahu keistimewaannya. Bagi siswa-siswi MAN Tambakberas dan para guru serta karyawan, hal ini sudah menjadi kebiasaan dan tradisi untuk melakukan salat Dhuha, bahkan dilakukan secara berjamaah di Islamic Centre. Untuk siswa putra dilakukan saat istirahat putra, yakni pukul 09.40, sedangkan untuk putri dilakukan saat istirahat putri, yakni pukul 10.25.

“Dari Abu Huraerah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: Pada tiap-tiap persendian itu ada shadaqahnya, setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, setiap amar ma’ruf nahyi munkar itu shadaqah. Dan cukuplah memadai semua itu dengan memperkuat/melakukan dua rakaat salat Dhuha” (Riwayat Muslim – Dalilil Falihin Juz III, hlm. 627).

Lafadz lain berbunyi:

“Hai anak Adam, bersembahyanglah untuk-Ku empat rakaat pada pagi hari, aku akan mencukupimu sepanjang hari itu” (Riwayat Ahmad dari Abi Murrah).

Coba renungkan isi dari doa setelah salat Dhuha itu, nadanya seolah-olah memaksa untuk diperkenankan oleh Allah. Dan memang demikianlah lafadz doa tersebut diajarkan oleh Rasulullah SAW:

Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu Dhuha (milik) Mu, kecantikan ialah kencantikan (milik) Mu, keindahan itu keindahan (milik) Mu, kekuatan itu kekuatan (milik) Mu, kekuasaan itu kekuasaan (milik) Mu, dan perlindungan itu perlindungan Mu”.

Ya Allah, jika rizqiku masih di atas langit turunkanlah (berlafadz perintah), dan jika ada di dalam bumi keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh“.

Itulah keistimewaan dan keutamaan salat Dhuha, di dunia memberikan keberkahan hidup kepada pelakunya, di akheratpun atau pada hari kiamat orang itu dipanggil/dicari Tuhan untuk dimasukkan ke dalam syurga, sebagaimana sabda-Nya di dalam hadits qudsi:

“Sesungguhnya di dalam syurga, ada pintu yang dinamakan pintu Dhuha, maka ketika datang hari kiamat memanggillah (yang memanggil Allah), di manakah orang yang selalu mengerjakan sembahyang atas-Ku dengan sembahyang Dhuhua? Inilah pintu kamu, maka masuklah kamu ke dalam syurga dengan rahmat Allah”. (Riwayat Thabrani dari Abu Huraerah).

Semoga Alloh menganugerakhan kecantikan prilaku kita, keindahan aktivitas kita, perlindungan bagi kita, melapangkan rizqi kita. Semoga pula kita semua tidak hanya berkumpul di Islamic Centre saat salat Dhuha saja, tetapi juga berkumpul di dalam syurga Alloh. Amin ya robbal alamin. . . [nifra]

Leave a Reply