Catatan dari Workshop Profesionalisme di MAN Tambakberas
Last Updated on Sunday, 8 January 2012 07:24 Written by emtholib Sunday, 8 January 2012 04:54

Rabu dan Kamis, 4-5 Januari 2012, kami para guru dan karyawan di lingkungan MAN Tambakberas Jombang mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Acara pelatihan dibuka oleh Bapak Drs. Abdul Hakim, M.Ag. (Kasi Kurikulum Bidang Mapenda Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur) dan dihadiri oleh Bapak H. Ahsan Sutari, M.Pd. dan para pimpinan madrasah yang lain di lingkungan MAN Tambakberas Jombang. Banyak pengetahuan baru yang kami dapatkan dan kami banyak belajar dari workshop ini.
Setelah membuka acara beliau Bapak Abd. Hakim, M.Ag. Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag Jatim yang juga alumni MAN Tambakberas Jombang juga berkenan memberikan materi Diklat pada Sesi I yaitu tentang Peningkatan Kinerja, meski disela-sela materi beliau banyak juga menceritakan tentang kesan-kesan beliau sewaktu nyantri dan bersekolah di lingkungan Bahrul Ulum Tambakberas. Ada banyak pengalaman berharga selama mondok yang beliau rasakan manfaatnya hingga sekarang.
Beberapa catatan menarik dari materi di Sesi I. Beliau mengawali ceramahnya dengan pemaparan hasil penelitian dan kajian dari Dirjen PMPTK (Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan) mengenai implementasi dari program sertifikasi guru, dengan meneliti perkembangan 4 ranah kompetensi guru setelah mengikuti program sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur Portofolio dan PLPG pada tahun 2009. Adapun sampel yang diambil adalah: 3670 guru yang sudah lulus sertifikasi melalui jalur PLPG dan 3670 guru lain yang sudah lulus sertifikasi melalui jalur Portofolio. Dari beberapa grafik statistik hasil penelitiannya dapat kami rangkum menjadi bentuk tabel berikut:
| SERTIFIKASI | JALUR PORTOFOLIO | JALUR PLPG | ||||||
| KOMPETENSI GURU | Sangat Meningkat | Meningkat | Tidak Meningkat | Menurun | Sangat Meningkat | Meningkat | Tidak Meningkat | Menurun |
| Pedagogis | 0.30 % | 0.60 % | 54.33% | 44.77% | 42.97% | 48.01% | 8.01% | 1.01% |
| Profesional | 4.93 % | 11.12% | 64.36% | 19.59% | 37.38% | 43.46% | 18.20% | 0.95% |
| Personal | 2.45 % | 16.62% | 52.37% | 28.56% | 29.78% | 37.11% | 32.21% | 0.90% |
| Sosial | 5.53 % | 16.92% | 53.92% | 23.62% | 34.88% | 46.70% | 18.23% | 0.19% |
Beliau menyimpulkan bahwa: “Tidak ada peningkatan yang signifikan pada 4 ranah kompetensi guru (pedagogis, profesional, kepribadian, dan sosial) setelah para guru lulus dan menerima tunjangan sertifikasi, terutama untuk para guru yang telah lulus melalui jalur portofolio, sedangkan mereka yang melalui jalur PLPG sudah ada peningkatan yang signifikan”.
Padahal mutu proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh faktor guru (penentu utama keberhasilan proses pendidikan), dan berdasarkan peringkatnya profesionalisme guru ada di rangking 1, baru kemudian faktor kurikulum dan proses pembelajaran, sarana prasarana dan sumber belajar, penilaian dan lain-lain.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi PMTK, dinyatakan sangat perlunya penekanan pada peningkatan kompetensi guru dalam banyak hal, diantaranya adalah:
- Penyusunan, pengembangan dan implementasi Silabi dan RPP (Dokumen 2 KTSP). Hal ini karena masih ada madrasah yang belum memiliki dokumen KTSP dan bahkan banyak madrasah yang memiliki dokumen KTSP (1 dan 2) dari copy paste. Serta belum semua guru menjadikan silabus dan RPP sebagai panduan pembelajaran secara fungsional.
- Pengembangan strategi pembelajaran yang variatif (tidak cenderung monoton/ceramah)
- Teknik menentukan Kriteria Ketuntasan minimal (KKM) sesuai dengan realitas dan Kriteria yang ada (Kompleksitas, Daya Dukung, dan Intake) serta Strategi dalam mengoptimalkan pencapaian KKM.
- Melakukan evaluasi baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil serta melakukan analisis hasil test dan ditindaklanjuti dengan program pengayaan atau remidi
- Peningkatan motivasi guru dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
- Mengembangkan bahan ajar sesuai dengan SK-KD dan Indikator yang ada
- Kemampuan pengembangan pembelajaran berbasis ICT.
- Mengintegrasikan nilai-nilai karakter bangsa dalam pembelaran sesuai dengan Mapel yang diampu.

Maka jelaslah para guru sangat memerlukan spirit positif dalam aktivitasnya. Beliau juga mengulas ada sebelas spirit positif untuk para guru, yaitu:
- Mengajar adalah Amanah
- Mengajar adalah Aktualisasi diri (punya visi kedepan)
- Mengajar adalah Belajar (Tidak Statis)
- Mengajar adalah Ibadah
- Mengajar adalah Pengabdian
- Mengajar adalah Pelayanan
- Mengajar adalah Panggilan Jiwa
- Mengajar adalah Profesi (mencari ilmu dan keterampilan)
- Mengajar adalah Kehormatan
- Mengajar adalah Rahmat
- Mengajar adalah Seni (harus menarik)
Beliau mengakhiri sesi dengan sekilas info, bahwa:
- Tunjangan Sertifikasi tidak berlaku selamanya
- Evaluasi Guru lolos sertifikasi mulai 2012 melalui Penilaian Kinerja Guru
- Guru yang dalam 2 tahun tidak menunjukkkan peningkatan mutu pembelajarannya akan dikenai sanksi (berupa pengurangan jam mengajar atau penundaan bahkan penghentian tunjangan profesi) (Kepala Badan Pengembangan SDM pendidikan dan Penjaminan mutu pendidikan Kemendiknas: Syawal Gultom, Jum’at 23 September 2011, Jakarta, Kompas)
Informasi ini tentu saja untuk memancing para guru agar segera bersiap-siap menyikapinya dengan terus menerus update ilmu untuk peningkatan profesionalismenya.

Kemudian Sesi II adalah sambutan dari Kepala Kantor Kemenag Kab. Jombang (Bapak Dr. H.M. Suyudi, M.Ag.), beliau lebih memberikan penekanan pada dimensi keihklasan dari para pendidik dan tenaga pendidikan dalam menjalankan tugasnya. Dan dilanjutkan dengan Sesi III dan seterusnya dimana para peserta mulai mengelompok berdasarkan rumpun mapelnya masing-masing.
Kelas Agama dengan pemateri Dr. Saiful Jazil (Asessor IAIN Sunan Ampel Surabaya), kelas Eksak Bapak Wawang Hutawarman, M.Pd. (Kepala RSBI SMA Negeri Mojoagung Jombang), kelas Non Eksak Bapak Dr. H.B. Suparlan, M.Pd. (Widya Iswara P4TK IPS Dirjen PMPTK), masing-masing dengan materi Analisis SK-KD, RPP, analisis butir soal dan analisis UH. Sedangkan untuk kelas Tenaga Kependidikan diisi oleh pemateri Drs. Soleh Su’aidy, M.M. dan Drs. H.T. Islam, M.Si. (masing-masing Widya Iswara Muda BDK Kanwil Kemenag Jatim) dengan materi Pelayanan Prima, kearsipan dan ketatausahaan.
Dilihat dari prosentase kehadiran dan partisipasi peserta yang tinggi, saya menilai workshop ini berjalan sukses, selain mendapat ilmu baru dari para pakar, kami juga banyak mendapat motivasi dan pengalaman dari para pemateri, “Mereka (narasumber) mampu memberikan yang terbaik untuk kami, dan tahu persis semua yang kami butuhkan disini…” pengakuan Pak Drs. Endriadi Suprihartono (Guru Bahasa Jepang) salah satu peserta workshop dari kelas Bahasa. Rasanya kami semua dan seluruh civitas akademik MAN Tambakberas Jombang bertekad akan terus mengembangkan diri supaya menjadi lebih baik dan bisa memberikan pelayanan prima bagi para siswa dalam pembelajaran yang selanjutnya dapat diakses oleh para wali murid dan masyarakat pada umumnya. Mungkin hanya tinggal program follow up dari pihak Madrasah saja untuk memback-up implementasi dari hasil Workshop ini.
Maju terus MAN Tambakberas Jombang…!
Ditulis oleh: M. Tholib ,S.Pd., M.Si.
(Guru Matematika MAN Tambakberas Jombang)
Tags: guru, kurikulum, madrasah, pendidik, sekolah, tenaga pendidikan profesionalisme, Workshop, pengembangan sdm guru melalui jalur sekolah, 4 ranah profesi guru, ranah profesi pendidik dan kepedidikan, ranah profesi pendidik dan tenaga kependidikan, ranahprofesipendidikdantenagakependidikan, sertifikasi kurikulum di madrasah sekolah, sertifikasi kurikulum madrasah di sekolah, sertifikasi kurikulum madrasah sekolah, visi misi man mojoagung 2012, workshop KTSP tingkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan




