Wednesday, June 19, 2013

Site Search

Belajar di Jepang Bisa Arubaito

Apa yang harus dipersiapkan apabila kita (pelajar) ingin belajar (kuliah) di Jepang?

Sebuah kalimat pertanyaan yang diungkapkan pada saat Seminar for Study and Part Time Job in Japan di Aula MAN Tambakberas Jombang, Lantai II, Selasa, 24 Januari 2012.

Lantas, apa jawaban Mr. Nakanishi Ikutaro (Director of Aoyama School of Japanese) dan Mr. Maruyama Shigeki (International Communication of Nagoya)? Berikut ini jawabannya.

Yang harus dipersiapkan supaya bisa belajar (kuliah) di Jepang adalah memunyai ijazah SMA atau sederajat (untuk ijazah SMP dan SD tidak bisa), dan kemampuan Bahasa Jepangnya level 5.

Kuliah di Jepang bisa arubaito (kerja paroh waktu/kerja sambilan). Dan, untuk arubaito yang diperlukan adalah kemampuan Bahasa Jepangnya ada pada level 4 dan 3. Jadi, untuk kalian (para siswa) yang kemampuan Bahasa Jepangnya masih level 5 harus ditingkatkan lagi ke level 4 dan 3.

Oleh karen itu, jika kalian (para siswa) ingin kemampuan Bahasa Jepangnya ada pada level 4 dan 3, Aoyama School for Japanese (ASJ) dan International Communication of Nagoya (I.C. Nagoya) akan membantunya.

Saat arubaito, memang yang diperlukan adalah kemampuan Bahasa Jepang. Oleh karena, bayaran atau honor akan mahal dilihat dari kemampuan Bahasa Jepang. Lebih bagus bahasa Jepangnya lebih mahal honornya. Jadi, jika ingin dapat honor yang mahal maka Bahasa Jepangnya harus bagus, level 4 dan 3.

Kerja paroh waktu (arubaito) di Jepang lebih banyak di restoran atau di toko, dan sudah pasti memerlukan Bahasa Jepang. Oleh karena, yang dihadapi adalah masyarakat Jepang yang komunikasinya menggunakan Bahasa Jepang.

Belajar (sekolah/kuliah) di Jepang hanya 4 jam dalam sehari. Setelah itu banyak mahasiswa yang arubaito. Sekitar 90% mahasiswa asing yang kuliah di Jepang (Senin – Jumat), setelah itu menambah penghasilan lewat arubaito.

Untuk arubaito dibayar per jam. Satu jam dibayar 800Yen (ini honor paling rendah, misalnya menjadi cleaning service). Jika dikurskan dalam rupiah 800 kali 120 rupiah. Jadi, per jamnya untuk arubaito dibayar Rp96.000,00. Jadi, jangan khawatir bagi mahasiswa yang belajar di Jepang, apabila belum mendapat kiriman dari orangtua bisa arbeto. Sudah pasti Bahasa Jepangnya harus ditingkatkan. Jangan malas-malasan. Gambatte kudasai!!! [nifra]

 

Presentasi Mr. Nakanishi Ikutaro (Director of Aoyama School of Japanese) dan Mr. Maruyama Shigeki (International Communication of Nagoya) pada Seminar for Study and Part Time Job in Japan di Aula MAN Tambakberas Jombang, Lantai II, Selasa, 24 Januari 2012. 


1 Comment

  1. Comments  A. adhi prastiyo.....   |  Saturday, 11 February 2012 at 7:55 am

    ApakaH aq biSa kuliAh ke sAna,.,.,.?????

Leave a Reply