Wednesday, February 22, 2012

Site Search

Kaum Samurai Datang ke MAN Tambakberas

MAN Tambakberas Jombang bekerja sama dengan Aoyama School of Japanese (ASJ) dan International Communication Nagoya (I.C. Nagoya) dalam Seminar for Study and Part Time Job in Japan. Seminar tersebut mengusung tema Menggapai Asa dan Mempelajari Nilai-nilai Bushido dari Negeri Sakura. Seminar ini dilaksanakan pada Selasa (24/1) di Aula MAN Tambakberas Jombang lantai II.

Sebuah acara berstandar internasional yang dihadiri oleh 325 siswa (dalam hal ini kemampuan bahasa Jepangnya sudah level 5) dan 25 guru.

Adapun yang menjadi pembicaranya adalah Mr. Nakanishi Ikutaro (Director of Aoyama School of Japanese) dan Mr. Maruyama Shigeki (Principle of I.C. Nagoya). Ditemani oleh Mr. Long  (dari Malaysia yang juga alumni Aoyama School of Japanese) dan Bapak H. Ahmad Junaidi (Laison officer Aoyama School of Japanese Indonesia).

Acara dimulai pukul 08.30. Diawali dengan sambutan kepala madrasah yang diwakili oleh waka humasy, Hj. Nidaus Sa’adah, S.Ag., M.PdI, oleh karena bapak kepala madrasah, Drs. H. Ahsan Sutari, M.Pd, sedang lawatan ke Jepang selama lebih kurang lima belas hari.

Dalam sambutannya, Ning Ninid (sapaan akrab waka humasy) mengungkapkan bahwa dengan diadakannya seminar berstandar internasional kali ini diharapkan tercipta partnership relation antara MAN Tambakberas Jombang dengan Aoyama School of Japanese dan I.C. Nagoya. “Dengan terciptanya hubungan kerja sama antara MAN Tambakberas dengan ASJ dan I.C. Nagoya, lulusan MAN Tambakberas bisa lebih berkualitas dan mempunyai jaringan di tingkat global,” ungkap beliau dalam sambutannya.

Dilanjutkan dengan sambutan Bapak H. Ahmad Junaidi (Laison officer Aoyama School of Japanese Indonesia). Dalam sambutannya, beliau mengucapkan banyak terima kasih dan berharap dalam untuk kedepannya tidak hanya pertukaran pelajar saja, tetapi juga pertukaran budaya. ”MAN Tambakberas adalah salah satu madrasah terbaik di Indonesia, bahkan sudah mendunia. Karenanya saya mengucapkan banyak terima kasih dan berharap nantinya tidak hanya pertukaran pelajar saja, tetapi juga pertukaran budaya,” papar beliau yang diikuti senyum manisnya.

Memasuki acara inti, yakni presentasi Mr. Nakanishi Ikutaro (Director of Aoyama School of Japanese). Namun, terlebih dahulu dilakukan sebuah seremoni perjanjian, yakni penandatanganan surat perjanjian (MOU). Dan, sebagai penerima dari pihak MAN Tambakberas yakni Drs. H. Muhammad Yusuf, M.PdI.

Dalam presetasinya, Mr. Nakanishi memaparkan bahwa yang ingin belajar di perguruan tinggi di Jepang harus mempunyai kemampuan Bahasa Jepang. “Yang harus dipersiapkan supaya bisa belajar di Aoyama School of Japanese, yakni punya ijazah SMA atau sederajat. Ijazah SMP dan SD tidak bisa. Selain itu, kemampuan Bahasa Jepangnya minimal level 5,” papar Nakanishi dengan Bahasa Jepang yang kemudian ditranslit oleh Endah Sensei dan Endri Sensei.

Sesuai dengan tema yang diusung, yakni Menggapai Asa dan Mempelajari Nilai-nilai Bushido dari Negeri Sakura, masyarakat Jepang sangat berpegang teguh terhadap nilai-nilai Bushido tersebut. Nilai-nilai Bushido mencakup keberanian, ketabahan hati, lemah lembut, kejujuran, cinta nama baik, memegang teguh janji kehormatan, tanggung jawab, dan rela menjalani hukuman mati secara mulia (seppuku/harakiri).

Disampaikan pula oleh Mr. Maruyama Shigeki (Principle of I.C. Nagoya) bahwa masyarakat Jepang bersedia menanggung segala konsekuensi. Selain itu, falsafah hidup masyarakat Jepang (Kaum Samurai), yakni angin (kaze) yang berarti keharusan dan kecepatan, hutan (mori) yang berarti kesunyian atau keheningan, api (hi) yang berarti semangat hidup atau kekuatan bahkan spirit hidup, dan gunung (yama) yang berarti ketetapan.

Usai presentasi kedua pembicara dilanjutkan sesi tanya jawab sekaligus pemberian cendera mata dari pihak MAN Tambakberas kepada pihak Aoyama School of Japanese (ASJ) dan International Communication Nagoya (I.C. Nagoya). Pemberian cendera mata diwakili oleh Drs. K.H. Muhammad Fadlulloh Malik, M.HI atau yang akrab disapa Gus Fad.

Acara usai pukul 11.00 dan ditutup dengan pembacaan doa yang dibawakan oleh M. Ilyas, Lc (waka kurikulum). Usai pembacaan doa dilanjutkan dengan foto bersama. Gambatte kudasai!!!!! [nifra]

Leave a Reply