Saturday, October 25, 2014

Site Search

Peresmian Masjid Al Madinah “Harus Punya Bedug”

Jumat pagi suasana MAN Tambakberas tampak berbeda. Mulai pukul 07.00 para guru berdatangan.

Dengan berpakaian seragam batik Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum dewan guru berbaur dengan dua ratus undangan yang berasal dari Majelis Pengasuh PPBU, Komite MAN Tambakberas, dan masyarakat sekitar MAN Tambakberas.

Yaps. menjelang ulang tahunnya yang ke 43 MAN Tambakberas telah berhasil membangun sebuah masjid yang megah. Masjid yang awalnya diberi nama Masjid Islamic Centre ini akhirnya diresmikan dengan nama Masjid Al Madinah. Nama Al Madinah akhirnya diambil berdasarkan pertimbangan pengibaratan. Ibaratnya, Pondok Pesantren Bahrul Ulum sebagai Mekkah dan MAN Tambakbakberas sebagai Madinahnya. Sebuah harapan nan tinggi, seiring harapan semoga Masjid Al Madinah mampu menjadi masjid yang dapat dimanfaatkan dan dimakmurkan oleh civitas akademikan MAN Tambakberas dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Ketua Takmir Masjid Al Madinah, K.H. Fadlullah Malik menyampaikan pertanyaan kepada undangan: Lebih mudah mana, membangun masjid dengan memakmurkan masjid? Semua hadirin terdiam, dan malah kembali bertanya, lebih mudah mana`ya?

Akhirnya, ketika K.H. Irfan Sholeh memberikan sambutannya, terjawab juga pertanyaan itu. Sama saja. Membangun masjid itu berat, bila tidak ada dana, memakmurkan masjid pun berat, bila masyarakat di sekitar tidak mau memakmurkannya. Keduanya akan menjadi mudah bila memang ada niat yang sungguh-sungguh dan lillahi ta’ala.

K.H. Irfan Sholeh mengatakan bahwa Masjid Al Madinah tidak digunakan untuk shalat Jumat karena masjid-masjid di sekitar MAN Tambakberas masih representatif untuk shalat Jumat. “ Masjid itu ada dua, yaitu masjid yang difungsikan untuk melaksanakan shalat Jumat dan masjid untuk i’tikaf,” kata K.H. Irfan Sholeh. “Bila ada wanita yang haid, dia tidak boleh masuk masjid. Dan, untuk i’tikaf, ta’mir masjid harus memberi batasan shafnya. sehingga masjid Al Madinah bisa digunakan oleh siswa putra-putri sebagai tempat belajar”, lanjut beliau.

Ada satu hal menarik yang disampaikan oleh K.H. Irfan Sholeh. “Karena masjid Al Madinah adalah masjid orang NU, takmir masjid dan madrasah harus menyiapkan bedug. Bedug itulah yang membedakan orang NU dengan yang lainnya,” kata beliau dengan tegas. Pernyataan beliau disambut baik oleh takmir dan pimpinan MAN Tambakberas.

Demikian pula yang disampaikan K.H. Hasib Wahab. “Harus disahkan oleh ta’mir berapa shaf masjid Al Madinah yang digunakan untuk i’tikaf, agar masjid Al Madinah dapat lebih difungsikan keberadaannya. “ kata K.H. Hasib Wahab.

Acara peresmian Masjid Al Madinah berjalan dengan lancar. Diawali dengan acara khotmil Qur’an yang dipimpin Gus Syifa Malik. Acara kemudian dilanjutkan dengan membaca tahlil, sambutan-sambutan, dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Drs. H. Azam Yasir.


2 Comments

  1. Comments  amalia   |  Wednesday, 02 May 2012 at 2:20 am

    selamat atas berdirinya masjid impian MAN TabJoe…

  2. Comments  matt   |  Saturday, 07 July 2012 at 1:07 am

    masjid yang bagus untuk dimakmurkan…….pertama kali aq sholat disini didapuk jadi imam sholat dhuhur….suatu kehormatan,
    padahal aq musyafir lho…..selamat buat AL-MADINAH…..

Leave a Reply