<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mantambakberas.com &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://mantambakberas.com/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mantambakberas.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 01:32:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
		<item>
		<title>Cara Elegan Sukses Ujian Nasional</title>
		<link>http://mantambakberas.com/pendidikan/cara-elegan-sukses-ujian-nasional-04-2012/</link>
		<comments>http://mantambakberas.com/pendidikan/cara-elegan-sukses-ujian-nasional-04-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2012 23:34:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nifra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[munajat jelang UN]]></category>
		<category><![CDATA[Pendampingan Ujian Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses Ujian Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mantambakberas.com/?p=1539</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, Senin (16 April 2012) para siswa MA/SMA/SMK seluruh Indonesia menghadapi masa paling menentukan dalam perjalan studi mereka. Banyak yang menyebut inilah pertarungan hidup mati para siswa. Bahkan juga banyak yang mengistilahkan UN adalah Ujian Nasib. Namun, bertolak dari hal itu semua UN (Ujian Nasional) adalah perhelatan akbar yang penting. Saking pentingnya momen yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, Senin (16 April 2012) para siswa MA/SMA/SMK seluruh Indonesia menghadapi masa paling menentukan dalam perjalan studi mereka. Banyak yang menyebut inilah pertarungan hidup mati para siswa. Bahkan juga banyak yang mengistilahkan UN adalah Ujian Nasib. <span id="more-1539"></span>Namun, bertolak dari hal itu semua UN (Ujian Nasional) adalah perhelatan akbar yang penting.</p>
<p>Saking pentingnya momen yang hanya empat hari tersebut (16 s.d. 19 April), banyak pihak yang benar-benar bekerja keras untuk mempersiapkan anak didiknya agar nilai UN mereka bagus dan semua lulus. Di antaranya mengondisikan psikis, kemampuan akademis, hingga pamungkasnya yakni religius supaya saat UN tiba para siswa benar-benar siap.</p>
<p>Secara psikologis, bisa dilakukan pendampingan oleh guru BP dan psikolog secara bertahap. Tujuannya, anak tidak tegang dan stress dalam menghadapi Ujian Nasional. Sebab, bagaimanapun, UN hanyalah proses biasa yang harus dilalui oleh semua siswa. Tidak ada yang istimewa dan tidak perlu diperlakukan secara berlebihan. Oleh karena, penyikapan yang berlebihan oleh guru, sekolah, dinas pendidikan, hingga orangtua justru membuat anak stres.</p>
<p>Selanjutnya, yang wajib adalah mempersiapkan kemampuan akademis siswa. Program yang disusun bisa berupa Program Pemantapan dan Pendalam Materi (P3M) di sore hari, Tatap Muka Khusus (TMK) mapel UN, <em>tryout</em> secara teratur, hingga konsultasi bagi siswa yang mendapat kesulitan dalam sebuah materi pelajaran.</p>
<p>Terakhir, sebagai pamungkas adalah pendampingan religius. Pendampingan religius ini untuk memperkuat keyakinan siswa bahwa perjuangan mulia mereka dalam menuntut ilmu akan mendapat pertolongan Alloh. Dengan demikian, para siswa memiliki tambahan bekal keyakinan. Beragam kegiatan yang bisa dilakukan. Membiasakan salat Duha sejak awal, istighosah akbar, malam munajat, khotmil quran, atau motivasi spiritual.</p>
<p>Itulah persiapan yang rasional dan pantas didukung serta dilaksanakan. Bukan tim yang dibentuk secara mendadak dan bertugas mencari bocoran soal atau bahkan kunci jawaban, melobi dan bahkan memaksa tim pemantau independen agar tidak terlalu ketat dalam mengawasi, hingga mengatur tempat duduk siswa “kurang pandai” mengelilingi siswa yang dianggap pandai.</p>
<p>Memang, untuk bekerja dengan benar, butuh waktu panjang. Oleh karena, tidak ada siswa yang menjadi pandai dalam seminggu atau bahkan sehari. Membentuk anak didik pandai lahir-batin butuh waktu lama dan kesungguhan semua pihak terkait. Akan tetapi, itulah cara yang elegan dan mulia. Bagi yang percaya, insya Alloh, semua akan mendapat pahala. Semoga lulus semua anak-anak bangsa. Amin.<strong></strong></p>
<p><strong><a href="http://mantambakberas.com/pendidikan/cara-elegan-sukses-ujian-nasional-04-2012/attachment/aku-2-3/" rel="attachment wp-att-1679"><img class="alignleft  wp-image-1679" title="Aku 2" src="http://mantambakberas.com/wp-content/uploads/2012/04/Aku-2-233x300.jpg" alt="" width="117" height="151" /></a>Arfin S. </strong></p>
<p><strong>Guru Bahasa dan Sastra Indonesia</strong></p>
<p><strong>MAN Tambakberas Jombang<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mantambakberas.com/pendidikan/cara-elegan-sukses-ujian-nasional-04-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis dengan Mudah dan Fun</title>
		<link>http://mantambakberas.com/pendidikan/menulis-dengan-mudah-dan-fun-04-2012/</link>
		<comments>http://mantambakberas.com/pendidikan/menulis-dengan-mudah-dan-fun-04-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2012 06:23:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nifra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mantambakberas.com/?p=1441</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda berdiam diri di depan selembar kertas kosong atau menatap layar monitor, menunggu kata-kata yang tidak juga muncul? Jika pernah, cobalah melakukan beberapa tahapan menulis berikut ini. Langkah pertama, pusatkan pikiran. Anda menuliskan kata-kata dan ide yang terlintas di dalam pikiranmu. Setiap kata yang kamu munculkan memancing munculnya makin banyak pikiran. Tahapan kedua, aturrlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda berdiam diri di depan selembar kertas kosong atau menatap layar monitor, menunggu kata-kata yang tidak juga muncul? Jika pernah, cobalah melakukan beberapa tahapan menulis berikut ini. Langkah pertama, pusatkan pikiran. <span id="more-1441"></span>Anda menuliskan kata-kata dan ide yang terlintas di dalam pikiranmu. Setiap kata yang kamu munculkan memancing munculnya makin banyak pikiran.</p>
<p>Tahapan kedua, aturrlah ide-ide tersebut dengan menggunakan peta pikiran atau kerangka.</p>
<p>Contoh</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="456">
<tbody>
<tr>
<td width="456" valign="top"><strong>Ide   Utama&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</strong>&nbsp;</p>
<p>Detail&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Contoh&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Detail&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Contoh&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>Simpulan&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</strong></p>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tahapan terakhir adalah karang. Kembangkanlah kerangka tersebut menjadi sebuah karangan yang utuh. Untuk tahap ini, terapkanlah enam hal di bawah ini.</p>
<p>1.      Waktu, buatlah batasan waktu. Banyak penulis yang sudah mahir menulis selama lima puluh menit dan beristirahat sepuluh menit.</p>
<p>2.      Pembaca, putuskan siapa yang Anda ajak bicara dan menulislah untuk mereka.</p>
<p>3.      Alasan, buat manfaat yang jelas dari tulisan Anda.</p>
<p>4.      Tujuan, tentukan tujuan yang ingin Anda capai dalam tulisan Anda.</p>
<p>5.      Semangat, tanyakan kepada diri Anda, apa yang membuat Anda sangat bersemangat mengerjakan ini?</p>
<p>6.      Nada, perjelaslah perasaan yang ingin Anda timbulkan dalam diri pembaca saat mereka membaca tulisan Anda.</p>
<p><strong>Selamat Menulis</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p>Sumber: DePorter, Bobbi. 2009. <em>Quantum Writer</em>. Bandung: Mizan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1442" href="http://mantambakberas.com/pendidikan/menulis-dengan-mudah-dan-fun-04-2012/attachment/bu-lita/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1442" title="Bu Lita" src="http://mantambakberas.com/wp-content/uploads/2012/04/Bu-Lita-260x300.jpg" alt="" width="105" height="122" /></a>Rialita Fithra Asmara</p>
<p>Guru Bahasa dan Sastra Indonesia</p>
<p>MAN Tambakberas Jombang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mantambakberas.com/pendidikan/menulis-dengan-mudah-dan-fun-04-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembelajaran Menulis Sastra Berbasis Produk</title>
		<link>http://mantambakberas.com/pendidikan/pembelajaran-menulis-sastra-berbasis-produk-02-2012/</link>
		<comments>http://mantambakberas.com/pendidikan/pembelajaran-menulis-sastra-berbasis-produk-02-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 13:50:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nifraadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mantambakberas.com/?p=1196</guid>
		<description><![CDATA[Dunia sastra adalah dunia yang indah. Dunia yang mencoba memotret setiap kejadian di alam raya dengan menebarkan aroma hikmah yang terserak, yang kadang tak terbaca oleh kita. Mengapa tidak kita kenalkan dunia yang indah itu pada murid-murid kita? Saya yakin, dengan mengenalkan mereka pada dunia sastra, daya kreativitas siswa-siswa kita dalam menulis sastra bisa tertantang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia sastra adalah dunia yang indah. Dunia yang mencoba memotret setiap kejadian di alam raya dengan menebarkan aroma hikmah yang terserak, yang kadang tak terbaca oleh kita. Mengapa tidak kita kenalkan dunia yang indah itu pada murid-murid kita? <span id="more-1196"></span>Saya yakin, dengan mengenalkan mereka pada dunia sastra, daya kreativitas siswa-siswa kita dalam menulis sastra bisa tertantang. Kepekaan mereka dalam kehidupan juga bisa teruji secara apik lewat kemasan sastra.</p>
<p>Apalagi jika Anda sebagai guru Bahasa Indonesia mempunyai karya sendiri yang bisa dijadikan contoh bagi murid-murid Anda, wah itu lebih luar biasa lagi. Anda tidak hanya berkutat pada teori apa itu cerpen, roman, novel, puisi tetapi Anda sudah mengajak siswa untuk merambah ke ranah produk. Siswa tidak hanya membaca dan menikmati karya sastra tetapi mereka juga bisa membuatnya.</p>
<p>Lalu, bagaimana caranya? Pembelajaran menulis sastra berbasis produk adalah pembelajaran yang bukan hanya menjejalkan aneka teori tentang karya sastra terhadap siswa tetapi lebih menekankan pada ranah produk dan proses kreativitas siwa dalam menulis. Anda bisa mengenalkan pada siswa tentang proses-proses kreativitas sastrawan dalam menulis. Di sini, Anda bisa menjelaskan apa saja yang perlu dilakukan siswa pada tahap sebelum menulis, saat menulis, dan setelah menulis.</p>
<p>Buku-buku sastra yang sedang banyak peminatnya saat ini juga bisa menjadi rujukan untuk merangsang minat siswa dalam menulis sastra. Pola pendekatan masalah juga bisa digunakan oleh para guru dalam menggiatkan siswa untuk menulis sastra. Misalnya, mereka bisa menulis apa yang sedang berkecamuk di dalam otaknya untuk diungkapkan melalui tulisan sastra. Bisa dimulai melalui bentuk yang sederhana terlebih dahulu yaitu puisi.</p>
<p>Jadi, menulis sastra bisa menjadi terapi psikologis yang murah. Hal ini dikarenakan kelegaan yang dirasa saat semua kegelisahan tertumpah dalam sebuah karya. Hal yang paling penting saat membelajarkan menulis sastra adalah guru menyajikan contoh-contoh karya sastra yang bermutu, bisa yang mempunyai nilai sastra tinggi, bisa juga yang populer.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1197" href="http://mantambakberas.com/pendidikan/pembelajaran-menulis-sastra-berbasis-produk-02-2012/attachment/bu-lita-1/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1197" title="Bu Lita 1" src="http://mantambakberas.com/wp-content/uploads/2012/02/Bu-Lita-1-259x300.jpg" alt="" width="124" height="144" /></a>Rialita Fithra Asmara, S.Pd*</p>
<p>Guru Bahasa dan Sastra Indonesia</p>
<p>MAN Tambakberas Jombang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mantambakberas.com/pendidikan/pembelajaran-menulis-sastra-berbasis-produk-02-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar di Jepang Bisa Arubaito</title>
		<link>http://mantambakberas.com/pendidikan/belajar-di-jepang-bisa-arubaito-01-2012/</link>
		<comments>http://mantambakberas.com/pendidikan/belajar-di-jepang-bisa-arubaito-01-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 12:48:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nifraadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mantambakberas.com/?p=1155</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang harus dipersiapkan apabila kita (pelajar) ingin belajar (kuliah) di Jepang? Sebuah kalimat pertanyaan yang diungkapkan pada saat Seminar for Study and Part Time Job in Japan di Aula MAN Tambakberas Jombang, Lantai II, Selasa, 24 Januari 2012. Lantas, apa jawaban Mr. Nakanishi Ikutaro (Director of Aoyama School of Japanese) dan Mr. Maruyama Shigeki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Apa yang harus dipersiapkan apabila kita (pelajar) ingin belajar (kuliah) di Jepang?</em></p>
<p>Sebuah kalimat pertanyaan yang diungkapkan pada saat <em>Seminar for Study and Part Time Job in Japan</em> di Aula MAN Tambakberas Jombang, Lantai II, Selasa, 24 Januari 2012.<span id="more-1155"></span></p>
<p>Lantas, apa jawaban Mr. Nakanishi Ikutaro (Director of Aoyama School of Japanese) dan Mr. Maruyama Shigeki (International Communication of Nagoya)? Berikut ini jawabannya.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1156" href="http://mantambakberas.com/pendidikan/belajar-di-jepang-bisa-arubaito-01-2012/attachment/cimg7450edit-2/"></a><a rel="attachment wp-att-1157" href="http://mantambakberas.com/pendidikan/belajar-di-jepang-bisa-arubaito-01-2012/attachment/cimg7450edit2/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1157" title="CIMG7450edit2" src="http://mantambakberas.com/wp-content/uploads/2012/02/CIMG7450edit2-300x161.jpg" alt="" width="300" height="161" /></a></p>
<p>Yang harus dipersiapkan supaya bisa belajar (kuliah) di Jepang adalah memunyai ijazah SMA atau sederajat (untuk ijazah SMP dan SD tidak bisa), dan kemampuan Bahasa Jepangnya level 5.</p>
<p>Kuliah di Jepang bisa <em>arubaito</em> (kerja paroh waktu/kerja sambilan). Dan, untuk <em>arubaito</em> yang diperlukan adalah kemampuan Bahasa Jepangnya ada pada level 4 dan 3. Jadi, untuk kalian (para siswa) yang kemampuan Bahasa Jepangnya masih level 5 harus ditingkatkan lagi ke level 4 dan 3.</p>
<p>Oleh karen itu, jika kalian (para siswa) ingin kemampuan Bahasa Jepangnya ada pada level 4 dan 3, <em>Aoyama School for Japanese</em> (ASJ) dan <em>International Communication of Nagoya</em> (I.C. Nagoya) akan membantunya.</p>
<p>Saat <em>arubaito</em>, memang yang diperlukan adalah kemampuan Bahasa Jepang. Oleh karena, bayaran atau honor akan mahal dilihat dari kemampuan Bahasa Jepang. Lebih bagus bahasa Jepangnya lebih mahal honornya. Jadi, jika ingin dapat honor yang mahal maka Bahasa Jepangnya harus bagus, level 4 dan 3.</p>
<p>Kerja paroh waktu (arubaito) di Jepang lebih banyak di restoran atau di toko, dan sudah pasti memerlukan Bahasa Jepang. Oleh karena, yang dihadapi adalah masyarakat Jepang yang komunikasinya menggunakan Bahasa Jepang.</p>
<p>Belajar (sekolah/kuliah) di Jepang hanya 4 jam dalam sehari. Setelah itu banyak mahasiswa yang <em>arubaito</em>. Sekitar 90% mahasiswa asing yang kuliah di Jepang (Senin – Jumat), setelah itu menambah penghasilan lewat <em>arubaito</em>.</p>
<p>Untuk <em>arubaito</em> dibayar per jam. Satu jam dibayar 800Yen (ini honor paling rendah, misalnya menjadi <em>cleaning service</em>). Jika dikurskan dalam rupiah 800 kali 120 rupiah. Jadi, per jamnya untuk <em>arubaito</em> dibayar Rp96.000,00. Jadi, jangan khawatir bagi mahasiswa yang belajar di Jepang, apabila belum mendapat kiriman dari orangtua bisa <em>arbeto</em>. Sudah pasti Bahasa Jepangnya harus ditingkatkan. Jangan malas-malasan. <em>Gambatte kudasai!!! </em><strong>[nifra]</strong><em><br />
</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Presentasi Mr. Nakanishi Ikutaro (Director of Aoyama School of Japanese) dan Mr. Maruyama Shigeki (International Communication of Nagoya) pada <em>Seminar for Study and Part Time Job in Japan</em> di Aula MAN Tambakberas Jombang, Lantai II, Selasa, 24 Januari 2012. <strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mantambakberas.com/pendidikan/belajar-di-jepang-bisa-arubaito-01-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DRACULA: MITOS ATAU NYATA</title>
		<link>http://mantambakberas.com/pendidikan/dracula-mitos-atau-nyata-01-2012/</link>
		<comments>http://mantambakberas.com/pendidikan/dracula-mitos-atau-nyata-01-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 12:25:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nifraadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mantambakberas.com/?p=1143</guid>
		<description><![CDATA[Dracula yang kita kenal saat ini sebagai vampir yang haus darah sebenarnya bukanlah tokoh mitologi. Ia memang ada. Ia adalah Vlad Dracula III (1431-1476M), Raja Wallachia Romania yang berkuasa sejak tahun 1456-1462 M. Dracula dilahirkan di Sighisoara,Transylvania, pada tahun 1431 M. Ayahnya adalah Vlad Dracula II, Raja Wallachia, sedangkan ibunya ialah putri Cneajna of Moldovia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1144" href="http://mantambakberas.com/pendidikan/dracula-mitos-atau-nyata-01-2012/attachment/images/"><img class="alignleft size-full wp-image-1144" title="images" src="http://mantambakberas.com/wp-content/uploads/2012/02/images.jpg" alt="" width="131" height="149" /></a>Dracula yang kita kenal saat ini sebagai vampir yang haus darah sebenarnya bukanlah tokoh mitologi. Ia memang ada. Ia adalah Vlad Dracula III (1431-1476M), Raja Wallachia Romania yang berkuasa sejak tahun 1456-1462 M.<span id="more-1143"></span></p>
<p>Dracula dilahirkan di Sighisoara,Transylvania, pada tahun 1431 M. Ayahnya adalah Vlad Dracula II, Raja Wallachia, sedangkan ibunya ialah putri Cneajna of Moldovia. Ia memiliki dua saudara kandung, yaitu Vlad Calugarul dan Radu cel Frumos, serta satu saudara tiri, yakni Mircea.</p>
<p>Sosok Dracula tidak bisa dilepaskan dari menjelang periode akhrir Perang Salib. Dalam babakan Perang Salib tersebut, Dracula merupakan salah satu panglima tentara salib yang sadis dan “ haus darah”. Dalam peran inilah Dracula banyak melakukan pembantaian terhadap umat Islam. Diperkirakan jumlah korban kekejamannya mencapai 300.000 umat Islam.</p>
<p>Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara yang sangat biadab, yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan saat si korban ditusuk mulai dari anus hingga kepala (dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan).</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1145" href="http://mantambakberas.com/pendidikan/dracula-mitos-atau-nyata-01-2012/attachment/images3/"><img class="aligncenter size-full wp-image-1145" title="images3" src="http://mantambakberas.com/wp-content/uploads/2012/02/images3.jpg" alt="" width="198" height="131" /></a></p>
<p>Tidak jarang Dracula membunuh ratusan orang, baik muslim maupun rakyatnya sendiri yang membangkang, dan tubuh-tubuh mereka ditancapkan di sebatang kayu, lalu kayu itu ditanam sedemikian rupa sehingga tumpukan tusukan tubuh-tubuh tersebut menjadi semacam hutan mayat.</p>
<p>Konon prosesi itu dilakukan ketika Dracula menginginkan kekuatannya kembali. Dilihatnya darah-darah yang mengucur dari tubuh-tubuh itu, dijilatinya, dan terkadang ia memandikan tubuhnya dengan darah tersebut. Maka tak heran jika mitosnya saat ini adlah Dracula dikenal sebagai vampir yang “haus darah” manusia.</p>
<p>Desember 1476 M terjadi perang besar di Wallachia antara tentara Dracula melawan tentara Sultan Mahmed II dari Dinasti Utsmani, dalam peperangan itu Mehmed II berhasil memenggal kepala Dracula di tepi Danau Snagov. Kemudian kepalanya dibawa ke Istanbul sehingga tubuhnya dikubur tanpa kepala di Gereja Snagov.</p>
<p>Pada tahun 1930 M, sekelompok orang membongkar kuburannya. Ditemukan bahwa mayat Dracula tidak ada di sana. Menurut legenda Rumania, tubuh Dracula bangkit, kemudian menyatu dengan setan dan darah sebagai kekuatannya. Dengan ungkapan lain, Dracula menyeberang ke dunia lain, setengah iblis, setengah manusia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh</p>
<p>Maya Pertiwiningrum, S.Pd</p>
<p>Guru Sejarah MAN Tambakberas Jombang</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mantambakberas.com/pendidikan/dracula-mitos-atau-nyata-01-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan dari Workshop Profesionalisme di MAN Tambakberas</title>
		<link>http://mantambakberas.com/pendidikan/catatan-dari-workshop-profesionalisme-man-tambakberas-01-2012/</link>
		<comments>http://mantambakberas.com/pendidikan/catatan-dari-workshop-profesionalisme-man-tambakberas-01-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 04:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emtholib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[madrasah]]></category>
		<category><![CDATA[pendidik]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga pendidikan profesionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mantambakberas.com/?p=1061</guid>
		<description><![CDATA[Rabu dan Kamis, 4-5 Januari 2012, kami para guru dan karyawan di lingkungan MAN Tambakberas Jombang mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Pendidik dan Tenaga Kependidikan.  Acara pelatihan dibuka oleh Bapak Drs. Abdul Hakim, M.Ag. (Kasi Kurikulum Bidang Mapenda Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur) dan dihadiri oleh Bapak H. Ahsan Sutari, M.Pd. dan para pimpinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-1062 aligncenter" title="pil 1" src="http://mantambakberas.com/wp-content/uploads/2012/01/pil-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Rabu dan Kamis, 4-5 Januari 2012, kami para guru dan karyawan di lingkungan MAN Tambakberas Jombang mengikuti <strong><em>Workshop Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Pendidik dan Tenaga Kependidikan</em></strong>.  Acara pelatihan dibuka oleh Bapak Drs. Abdul Hakim, M.Ag. (Kasi Kurikulum Bidang Mapenda Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur) dan dihadiri oleh Bapak H. Ahsan Sutari, M.Pd. dan para pimpinan madrasah yang lain di lingkungan MAN Tambakberas Jombang. Banyak pengetahuan baru yang kami dapatkan dan kami banyak belajar dari workshop ini.</p>
<p>Setelah membuka acara beliau Bapak Abd. Hakim, M.Ag. Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag Jatim yang juga alumni MAN Tambakberas Jombang juga berkenan memberikan materi Diklat pada Sesi I yaitu tentang Peningkatan Kinerja, meski disela-sela materi beliau banyak juga menceritakan tentang kesan-kesan beliau sewaktu nyantri dan bersekolah di lingkungan Bahrul Ulum Tambakberas. Ada banyak pengalaman berharga selama mondok yang beliau rasakan manfaatnya hingga sekarang.</p>
<p>Beberapa catatan menarik dari materi di Sesi I. Beliau mengawali ceramahnya dengan pemaparan hasil penelitian dan kajian dari Dirjen PMPTK<strong> </strong>(Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan)<strong> </strong>mengenai implementasi dari program sertifikasi guru, dengan meneliti perkembangan 4 ranah kompetensi guru setelah mengikuti program sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur Portofolio dan PLPG pada tahun 2009.<strong> </strong>Adapun sampel yang diambil adalah: 3670 guru yang sudah lulus sertifikasi melalui jalur PLPG dan 3670 guru lain yang sudah lulus sertifikasi melalui jalur Portofolio. Dari beberapa grafik statistik hasil penelitiannya dapat kami rangkum menjadi bentuk tabel berikut:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;" width="149" valign="top"><strong>SERTIFIKASI</strong></td>
<td style="text-align: center;" colspan="4" width="219" valign="top"><strong>JALUR PORTOFOLIO</strong></td>
<td style="text-align: center;" colspan="4" width="217" valign="top"><strong>JALUR PLPG</strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" width="149" valign="top"><strong>KOMPETENSI GURU</strong></td>
<td style="text-align: center;" width="56">Sangat Meningkat</td>
<td style="text-align: center;" width="56">Meningkat</td>
<td style="text-align: center;" width="56">Tidak Meningkat</td>
<td style="text-align: center;" width="52">Menurun</td>
<td style="text-align: center;" width="56">Sangat Meningkat</td>
<td style="text-align: center;" width="56">Meningkat</td>
<td style="text-align: center;" width="56">Tidak Meningkat</td>
<td style="text-align: center;" width="50">Menurun</td>
</tr>
<tr>
<td width="149" valign="top">   <strong>Pedagogis</strong><strong> </strong></td>
<td width="56">0.30 %</td>
<td width="56">0.60 %</td>
<td width="56">54.33%</td>
<td width="52">44.77%</td>
<td width="56">42.97%</td>
<td width="56">48.01%</td>
<td width="56">8.01%</td>
<td width="50">1.01%</td>
</tr>
<tr>
<td width="149" valign="top">   <strong>Profesional</strong><strong> </strong></td>
<td width="56">4.93 %</td>
<td width="56">11.12%</td>
<td width="56">64.36%</td>
<td width="52">19.59%</td>
<td width="56">37.38%</td>
<td width="56">43.46%</td>
<td width="56">18.20%</td>
<td width="50">0.95%</td>
</tr>
<tr>
<td width="149" valign="top">   <strong>Personal</strong><strong> </strong></td>
<td width="56">2.45 %</td>
<td width="56">16.62%</td>
<td width="56">52.37%</td>
<td width="52">28.56%</td>
<td width="56">29.78%</td>
<td width="56">37.11%</td>
<td width="56">32.21%</td>
<td width="50">0.90%</td>
</tr>
<tr>
<td width="149" valign="top">   <strong>Sosial</strong><strong> </strong><strong> </strong></td>
<td width="56">5.53 %</td>
<td width="56">16.92%</td>
<td width="56">53.92%</td>
<td width="52">23.62%</td>
<td width="56">34.88%</td>
<td width="56">46.70%</td>
<td width="56">18.23%</td>
<td width="50">0.19%</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Beliau menyimpulkan bahwa: “Tidak ada peningkatan yang signifikan pada 4 ranah kompetensi guru (pedagogis, profesional, kepribadian, dan sosial) setelah para guru lulus dan menerima tunjangan sertifikasi, terutama untuk para guru yang telah lulus melalui jalur portofolio, sedangkan mereka yang melalui jalur PLPG sudah ada peningkatan yang signifikan”.</p>
<p>Padahal mutu proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh faktor guru (penentu utama keberhasilan proses pendidikan), dan berdasarkan peringkatnya profesionalisme guru ada di rangking 1, baru kemudian faktor kurikulum dan proses pembelajaran, sarana prasarana dan sumber belajar, penilaian dan lain-lain.</p>
<p>Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi<strong> </strong>PMTK<strong>, </strong>dinyatakan<strong> </strong>sangat perlunya penekanan pada peningkatan kompetensi guru dalam banyak hal, diantaranya adalah:</p>
<ul>
<li>Penyusunan, pengembangan dan implementasi Silabi dan RPP (Dokumen 2 KTSP). Hal ini karena masih ada madrasah yang belum memiliki dokumen KTSP dan bahkan banyak madrasah yang memiliki dokumen KTSP (1 dan 2) dari copy paste. Serta belum semua guru menjadikan silabus dan RPP sebagai panduan pembelajaran secara fungsional.</li>
<li>Pengembangan strategi pembelajaran yang variatif (tidak cenderung monoton/ceramah)</li>
<li>Teknik menentukan Kriteria Ketuntasan minimal (KKM) sesuai dengan realitas dan Kriteria yang ada (Kompleksitas, Daya Dukung, dan Intake) serta Strategi dalam mengoptimalkan pencapaian KKM.</li>
<li>Melakukan evaluasi baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil serta melakukan analisis hasil test dan ditindaklanjuti dengan program pengayaan atau remidi</li>
<li>Peningkatan motivasi guru dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)</li>
<li>Mengembangkan bahan ajar sesuai dengan SK-KD dan Indikator yang ada</li>
<li>Kemampuan pengembangan pembelajaran berbasis ICT.</li>
<li>Mengintegrasikan nilai-nilai karakter bangsa dalam pembelaran sesuai dengan Mapel yang diampu.</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-1058 aligncenter" title="pil 3" src="http://mantambakberas.com/wp-content/uploads/2012/01/pil-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Maka jelaslah para guru sangat memerlukan spirit positif dalam aktivitasnya. Beliau juga mengulas ada sebelas spirit positif untuk para guru, yaitu:</p>
<ol>
<li>Mengajar adalah Amanah</li>
<li>Mengajar adalah Aktualisasi diri (punya visi kedepan)</li>
<li>Mengajar adalah Belajar (Tidak Statis)</li>
<li>Mengajar adalah Ibadah</li>
<li>Mengajar adalah Pengabdian</li>
<li>Mengajar adalah Pelayanan</li>
<li>Mengajar adalah Panggilan Jiwa</li>
<li>Mengajar adalah Profesi (mencari ilmu dan keterampilan)</li>
<li>Mengajar adalah Kehormatan</li>
<li>Mengajar adalah Rahmat</li>
<li>Mengajar adalah Seni (harus menarik)</li>
</ol>
<p>Beliau mengakhiri sesi dengan sekilas info, bahwa:</p>
<ul>
<li>Tunjangan Sertifikasi tidak berlaku selamanya</li>
<li>Evaluasi Guru lolos sertifikasi mulai 2012 melalui Penilaian Kinerja Guru</li>
<li>Guru yang dalam 2 tahun tidak menunjukkkan peningkatan mutu pembelajarannya akan dikenai sanksi (berupa pengurangan jam mengajar atau penundaan bahkan penghentian tunjangan profesi) (Kepala Badan Pengembangan SDM pendidikan dan Penjaminan mutu pendidikan Kemendiknas: Syawal Gultom, Jum’at 23 September 2011, Jakarta, Kompas)</li>
</ul>
<p>Informasi ini tentu saja untuk memancing para guru agar segera bersiap-siap menyikapinya dengan terus menerus update ilmu untuk peningkatan profesionalismenya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-1063 aligncenter" title="pil 2" src="http://mantambakberas.com/wp-content/uploads/2012/01/pil-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Kemudian Sesi II adalah sambutan dari Kepala Kantor Kemenag Kab. Jombang (Bapak Dr. H.M. Suyudi, M.Ag.), beliau lebih memberikan penekanan pada dimensi keihklasan dari para pendidik dan tenaga pendidikan dalam menjalankan tugasnya. Dan dilanjutkan dengan Sesi III dan seterusnya dimana para peserta mulai mengelompok berdasarkan rumpun mapelnya masing-masing.</p>
<p>Kelas Agama dengan pemateri Dr. Saiful Jazil (Asessor IAIN Sunan Ampel Surabaya), kelas Eksak Bapak Wawang Hutawarman, M.Pd. (Kepala RSBI SMA Negeri Mojoagung Jombang), kelas Non Eksak Bapak Dr. H.B. Suparlan, M.Pd. (Widya Iswara P4TK IPS Dirjen PMPTK), masing-masing dengan materi Analisis SK-KD, RPP, analisis butir soal dan analisis UH. Sedangkan untuk kelas Tenaga Kependidikan diisi oleh pemateri Drs. Soleh Su’aidy, M.M.  dan Drs. H.T. Islam, M.Si. (masing-masing Widya Iswara Muda BDK Kanwil Kemenag Jatim) dengan materi Pelayanan Prima, kearsipan dan ketatausahaan.</p>
<p>Dilihat dari prosentase kehadiran dan partisipasi peserta yang tinggi, saya menilai workshop ini berjalan sukses, selain mendapat ilmu baru dari para pakar, kami juga banyak mendapat motivasi dan pengalaman dari para pemateri, “Mereka (narasumber) mampu memberikan yang terbaik untuk kami, dan tahu persis semua yang kami butuhkan disini…” pengakuan Pak Drs. Endriadi Suprihartono (Guru Bahasa Jepang) salah satu peserta workshop dari kelas Bahasa. Rasanya kami semua dan seluruh civitas akademik MAN Tambakberas Jombang  bertekad akan terus mengembangkan diri supaya menjadi lebih baik dan  bisa memberikan pelayanan prima bagi para siswa dalam pembelajaran yang selanjutnya dapat diakses oleh para wali murid dan masyarakat pada umumnya. Mungkin hanya tinggal program follow up dari pihak Madrasah saja untuk memback-up implementasi dari hasil Workshop ini.</p>
<p>Maju terus MAN Tambakberas Jombang…!</p>
<p>Ditulis oleh: <strong>M. Tholib ,S.Pd., M.Si. </strong></p>
<p><strong>(Guru Matematika MAN Tambakberas Jombang)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mantambakberas.com/pendidikan/catatan-dari-workshop-profesionalisme-man-tambakberas-01-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Guru Mengelola Kelas?</title>
		<link>http://mantambakberas.com/pendidikan/bagaimana-cara-guru-mengelola-kelas-11-2011/</link>
		<comments>http://mantambakberas.com/pendidikan/bagaimana-cara-guru-mengelola-kelas-11-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 14:42:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emtholib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mantambakberas.com/?p=1040</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Efektifitas pengelolaan kelas pada dasarnya sangat bergantung dari faktor guru,  kelas akan damai dan tenang bilamana guru mampu mengendalikannya, begitu juga kelas akan kacau balau jika guru kurang cakap dalam pengelolaan kelas. Ketrampilan dalam mengelola kelas akan sangat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan belajar siswa. karena aktivitas belajar tidak akan berjalan dengan baik bilamana suasana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<div><a href="http://4.bp.blogspot.com/-mlRpNaWaktk/TpY_jxG3gQI/AAAAAAAAAIY/9WneTNFqPDo/s1600/images.jpg"><img class="aligncenter" src="http://4.bp.blogspot.com/-mlRpNaWaktk/TpY_jxG3gQI/AAAAAAAAAIY/9WneTNFqPDo/s320/images.jpg" border="0" alt="" width="320" height="212" /></a></div>
<div style="text-align: left;">Efektifitas pengelolaan kelas pada dasarnya sangat bergantung dari faktor guru,  kelas akan damai dan tenang bilamana guru mampu mengendalikannya, begitu juga kelas akan kacau balau jika guru kurang cakap dalam pengelolaan kelas. Ketrampilan dalam mengelola kelas akan sangat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan belajar siswa. karena aktivitas belajar tidak akan berjalan dengan baik bilamana suasana kelas tidak kondusif.</div>
<div><a href="http://1.bp.blogspot.com/-X7sNTYJ7O40/TpVFBNcr3NI/AAAAAAAAAIQ/7qMJjLaWOk4/s1600/images.jpg"></a></div>
<div style="text-align: left;">Guru yang baik adalah guru yang mampu mengendalikan kelas, ibarat sutradara dalam sebuah film, begitulah peran seorang guru dalam mengendalikan aktivitas pembelajaran sesuai dengan skenario yang sudah tertuang dalam RPP. akan tetapi hal itu tidak gampang, selalu mengalami kendala dan hambatan, oleh karena itulah seorang guru harus kreatif, jeli, cerdas, bijaksana dan satu lagi PERCAYA DIRI.</div>
<div style="text-align: left;">Orang tua atau pun siswa akan lebih tertarik kepada guru yang tidak ragu-ragu dalam bertindak dan berpendapat. Sikap percaya diri inilah yang akan membuat seorang guru mampu mengendalikan kelas dengan leluasa. layaknya seorang Sutradara yang berani mengarahkan bahkan &#8216;membentak&#8217;  aktor/aktris senior sekali pun dan dapat menghentikan pembuatan film kapan pun ia mau.</div>
<p>Tulisan ini bukan bermaksud untuk menggurui bagi para guru, namun hanyalah sekedar refleksi dari apa yang telah dan akan dilakukan para guru dalam mengelola kondisi kelas. Apa saja yang dilakukan oleh guru dalam pengelolaan pembelajaran di kelas?</p>
<p>Berikut uraian singkatnya:</p>
<div>
<p><img class="alignright" style="border-style: initial; border-color: initial;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQWTMhPff814EsZ54M4M5sm-QW9GpOeYVEs8J7-o0_mqni7tP30" alt="" width="214" height="175" /></p>
<p><strong>A. MEMPERSIAPKAN PEMBELAJARAN</strong><br />
Komponen apa saja yang di butuhkan:</p>
<div>
<div>
<ol>
<li>Memotivasi siswa untuk belajar</li>
<li>Menyampaikan tujuan pembelajaran</li>
<li>Mengaitkan materi pelajaran dengan materi terdahulu</li>
<li>Mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>B. MENYAMPAIKAN MATERI PELAJARAN</strong><br />
Komponen apa saja yang di butuhkan:</p>
<ol>
<li>Penguasaan materi pelajaran</li>
<li>Teknik dan cara penyampaian materi</li>
<li>Penggunanaan media yang relevan dengan materi</li>
<li>Menanggapi pertanyaan yang diajukan siswa</li>
</ol>
<p><img class="alignright" style="border-style: initial; border-color: initial;" src="http://mikebm.files.wordpress.com/2009/05/recorder-class.jpeg?w=300&amp;h=230" alt="" width="243" height="186" /><strong>C. MEMBANTU PEMAHAMAN SISWA</strong><br />
Komponen apa saja yang di butuhkan:</p>
<ol>
<li>Pengajuan pertanyaan yang relevan dengan materi</li>
<li>Pemberian kesempatan kepada siswa untuk memahami materi</li>
<li>Pemberian kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi</li>
<li>Pemberian kesempatan kepada siswa menanggapi pertanyaan temanya</li>
<li>Pengecekan pemahaman dengan pemberian soal atau latihan</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>D. MENGAKHIRI PEMBELAJARAN</strong><br />
Komponen apa saja yang di butuhkan:</p>
<ol>
<li>Pemberian kesempatan kepada siswa untuk merangkum materi</li>
<li>Memberikan penilaian dan penghargaan kepada siswa</li>
<li>Mengingatkan siswa untuk mempelajari materi yang akan datang</li>
<li>Memberikan soal-soal lanjutan/tugas rumah</li>
</ol>
<p>Semoga bermanfaat&#8230;!!!</p>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mantambakberas.com/pendidikan/bagaimana-cara-guru-mengelola-kelas-11-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemuliaan Orang yang Salat Dhuha</title>
		<link>http://mantambakberas.com/pendidikan/kemuliaan-orang-yang-salat-dhuha-11-2011/</link>
		<comments>http://mantambakberas.com/pendidikan/kemuliaan-orang-yang-salat-dhuha-11-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 04:22:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nifraadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mantambakberas.com/?p=1026</guid>
		<description><![CDATA[Orang yang suka memulai di pagi harinya dengan menyebut dan mengagungkan Allah dengan melakukan salat Dhuha, yakni salat sunnat dua rakaat sekali, dua kali, tiga kali atau empat kali sesudah naik matahari kira-kira antara pukul 7 sampai dengan pukul 11, Allah SWT akan menjamin baginya dengan jaminan istimewa di dunia dan akhirat. Perbuatan tersebut adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1027" href="http://mantambakberas.com/pendidikan/kemuliaan-orang-yang-salat-dhuha-11-2011/attachment/photo1014ed/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1027" title="Photo1014ed" src="http://mantambakberas.com/wp-content/uploads/2011/11/Photo1014ed-300x194.jpg" alt="" width="167" height="108" /></a>Orang yang suka memulai di pagi harinya dengan menyebut dan mengagungkan Allah dengan melakukan salat Dhuha, yakni salat sunnat dua rakaat sekali, dua kali, tiga kali atau empat kali sesudah naik matahari kira-kira antara pukul 7 sampai dengan pukul 11, Allah SWT akan menjamin baginya dengan jaminan istimewa di dunia dan akhirat.<span id="more-1026"></span></p>
<p>Perbuatan tersebut adalah kebiasaan yang dilakukan Rasulullah SAW selama hidupnya.</p>
<p>Sebagaimana salah satu keterangan berikut ini.</p>
<p>&#8220;Telah berkata Abu Huraerah: Kekasih saya, (Nabi Muhammad SAW) telah berwasiat tiga perkara kepada saya, yaitu puasa tiga hari tiap-tiap bulan, sembahyang Dhuha dua rakaat dan sembahyang Witir sebelum tidur&#8221;. (<em>Hadits Shahih Riwayat Bukhari Muslim</em>).</p>
<p>Memang salat Dhuha merupakan keistimewaan yang luar biasa, sebab manusia akan merasa berat dan bahkan terlalu berat pada saat-saat yang tanggung untuk menyempatkan diri melakukan salat sunnat tersebut. Padahal dirasa berat hanyalah apabila belum biasa dan belum tahu keistimewaannya. Bagi siswa-siswi MAN Tambakberas dan para guru serta karyawan, hal ini sudah menjadi kebiasaan dan tradisi untuk melakukan salat Dhuha, bahkan dilakukan secara berjamaah di <em>Islamic Centre</em>. Untuk siswa putra dilakukan saat istirahat putra, yakni pukul 09.40, sedangkan untuk putri dilakukan saat istirahat putri, yakni pukul 10.25.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1028" href="http://mantambakberas.com/pendidikan/kemuliaan-orang-yang-salat-dhuha-11-2011/attachment/photo1017ed/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1028" title="Photo1017ed" src="http://mantambakberas.com/wp-content/uploads/2011/11/Photo1017ed-300x161.jpg" alt="" width="300" height="161" /></a></p>
<p>&#8220;Dari Abu Huraerah Radhiyallahu &#8216;anhu, Rasulullah SAW bersabda: Pada tiap-tiap persendian itu ada shadaqahnya, setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, setiap amar ma&#8217;ruf nahyi munkar itu shadaqah. Dan cukuplah memadai semua itu dengan memperkuat/melakukan dua rakaat salat Dhuha&#8221; <em>(Riwayat Muslim &#8211; Dalilil Falihin Juz III, hlm. 627).</em></p>
<p>Lafadz lain berbunyi:</p>
<p>&#8220;Hai anak Adam, bersembahyanglah untuk-Ku empat rakaat pada pagi hari, aku akan mencukupimu sepanjang hari itu&#8221; (<em>Riwayat Ahmad dari Abi Murrah</em>).</p>
<p>Coba renungkan isi dari doa setelah salat Dhuha itu, nadanya seolah-olah memaksa untuk diperkenankan oleh Allah. Dan memang demikianlah lafadz doa tersebut diajarkan oleh Rasulullah SAW:</p>
<p>&#8220;<em>Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu Dhuha (milik) Mu, kecantikan ialah kencantikan (milik) Mu, keindahan itu keindahan (milik) Mu, kekuatan itu kekuatan (milik) Mu, kekuasaan itu kekuasaan (milik) Mu, dan perlindungan itu perlindungan Mu&#8221;.</em></p>
<p><em>Ya Allah, jika rizqiku masih di atas langit turunkanlah </em>(berlafadz perintah)<em>, dan jika ada di dalam bumi keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh</em>&#8220;.</p>
<p>Itulah keistimewaan dan keutamaan salat Dhuha, di dunia memberikan keberkahan hidup kepada pelakunya, di akheratpun atau pada hari kiamat orang itu dipanggil/dicari Tuhan untuk dimasukkan ke dalam syurga, sebagaimana sabda-Nya di dalam hadits qudsi:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya di dalam syurga, ada pintu yang dinamakan pintu Dhuha, maka ketika datang hari kiamat memanggillah (yang memanggil Allah), di manakah orang yang selalu mengerjakan sembahyang atas-Ku dengan sembahyang Dhuhua? Inilah pintu kamu, maka masuklah kamu ke dalam syurga dengan rahmat Allah&#8221;. (<em>Riwayat Thabrani dari Abu Huraerah</em>).</p>
<p>Semoga Alloh menganugerakhan kecantikan prilaku kita, keindahan aktivitas kita, perlindungan bagi kita, melapangkan rizqi kita. Semoga pula kita semua tidak hanya berkumpul di <em>Islamic Centre</em> saat salat Dhuha saja, tetapi juga berkumpul di dalam syurga Alloh. Amin ya robbal alamin. . . <strong>[nifra]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mantambakberas.com/pendidikan/kemuliaan-orang-yang-salat-dhuha-11-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guru Sejahtera, Guru Berkarakter!</title>
		<link>http://mantambakberas.com/pendidikan/guru-sejahtera-guru-berkarakter-08-2011/</link>
		<comments>http://mantambakberas.com/pendidikan/guru-sejahtera-guru-berkarakter-08-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 16:05:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emtholib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mantambakberas.com/?p=851</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan klasik: &#8220;Benarkah kesejahteraan guru akan meningkatkan kualitas para pendidik sekaligus  kualitas pendidikan kita?&#8221;.  Selama ini persoalan kualitas guru yang memburuk, baik secara penguasaan pengetahuan maupun degradasi moral sesungguhnya merupakan warisan sejarah dan situasi sosial secara umum dalam kurun sejarah perkembangan ekonomi-politik kita. Indonesia yang di jaman Soekarno ‘mengekspor’ guru-guru ke negeri Malaysia kini tinggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://geogaul.files.wordpress.com/2009/02/guru-umar-bakri.jpg?w=296&amp;h=381" alt="" width="237" height="305" />Pertanyaan klasik: &#8220;Benarkah kesejahteraan guru akan meningkatkan kualitas para pendidik sekaligus  kualitas pendidikan kita?&#8221;.  Selama ini persoalan kualitas guru yang memburuk, baik secara penguasaan pengetahuan maupun degradasi moral sesungguhnya merupakan warisan sejarah dan situasi sosial secara umum dalam kurun sejarah perkembangan ekonomi-politik kita. Indonesia yang di jaman Soekarno ‘mengekspor’ guru-guru ke negeri Malaysia kini tinggal cerita setelah kualitas guru dan pendidikan kita kini tertinggal jauh bukan hanya dengan Malaysia, tetapi juga dengan India dan (bahkan) Vietnam.</p>
<p>Konon pada era 1950-an, guru begitu dihormati karena memiliki standar kehidupan yang mapan. Tapi, perlu dicatat, khususnya oleh para guru, apakah penghormatan terhadap seseorang semata-mata dari sisi material? Pada era 1950-an, guru-guru selain menguasai ilmu yang diajarkan, juga memiliki penguasaan bahasa asing seperti Inggris dan Belanda. Belum lagi, sikap dan ketulusan pengabdian mereka dapat menjadi teladan.</p>
<p>Banyak kritik yang telah dialamatkan pada pemerintah akan kondisi ini. Keberadaan guru yang tidak bergairah dalam mengajar, posisi mereka yang kemudian jadi calo buku ajar yang membuat buku pelajaran harus berganti-ganti tiap tahun ajaran baru, serta keberadaan mereka sebagai pendukung kekuasaan Orde Baru melalui kebijakan monoloyalitas ke pada Golkar dan pemerintah adalah kasus-kasus yang sangat sulit disembunyikan pada era itu.</p>
<p>Upaya meningkatkan kesejahteraan sebenarnya telah diupayakan sejak pemerintah Orde Baru runtuh. Kenaikan gaji  yang dimulai di jaman pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan pemberian gaji ketiga belas yang hingga sekarang masih dilakukan ternyata juga belum menunjukkan kualitas guru dan perbaikan mereka sebagai ujung tombak dalam pendidikan generasi bangsa. Berarti tesis yang menganggap bahwa mutu guru dan pendidikan kita akan meningkat dengan dinaikkannya gaji ternyata tidak cukup valid. Persoalan yang masih dominan adalah bahwa guru masih belum memiliki kebebasan. Kesejahteraan yang diberikan juga masih terbatas dan tertinggal di banding negara-negara lain.</p>
<p><strong>‘</strong><strong><em>Laskar Pelangi’</em></strong></p>
<p>Tentu saja peningkatan kesejahteraan, tak akan cukup mampu merubah kualitas guru dan pendidikan kita jika tidak dibarengi dengan perubahan budaya mendidik dan semangat pendidikan. Katakanlah dengan adanya ketidaksejahteraan atau kekurangan gaji para guru  tak akan fokus untuk mendidik karena mereka harus menghabiskan waktu untuk berpikir dan melakukan aktivitas lainnya  di luar mengajar agar mereka dapat memenuhi kekurangan pedapatannya. Maka, setelah gaji mereka  cukup dan tak lagi pusing untuk ‘ngobjek’ di luar, maka kini sudah saatnya mereka mulai mengabdikan dirinya secara penuh dalam bidang pendidikan, mengajar anak-anak dengan tingkat semangat yang lebih besar dan kompetensi mengajar yang lebih kuat.</p>
<p>Guru-guru sekarang harus mewarisi semangat  “Umar Bakrie” yang semangat meskipun kesejahteraannya terbatas atau guru era Ki Hajar Dewantoro yang mendalami makna pendidikan dengan merelakan diri sebagai pendidik yang mirip martir atau relawan. Ki Hajar Dewantoro adalah tipe pendidik yang tak keranjingan gaji besar, bahkan hartanya direlakan agar anak-anak bumi putra tidak lagi bodoh. Tujuannya adalah semata-mata penyadaran dan upaya menciptakan kebangkitan rakyat, dan bukannya menjadi guru karena butuh pekerjaan dan gaji. Menjadi guru adalah tugas kemanusiaan. Dan bukankah dengan gaji yang cukup, justru  harus lebih bersemangat lagi dibanding  ‘Umar Bakrie’ maupun Ki Hajar?</p>
<p>Mengajar dengan ketulusan adalah kata kunci pendidikan untuk pengabdian dan sebagai proyek kemanusiaan—bukan proyek meningkatkan gaji. Terkait pengabdian guru, kita dapat  menarik pelajaran dari film ‘<em>Laskar Pelangi</em>’ yang diputar di stasiun TV dan bioskop beberapa waktu ini. Film yang diadopsi dari novel Andrea Hirata itu menceritakan seorang guru bernama Ibu Muslimah yang tetap bersemangat menunaikan tugasnya meski gajinya harus dihutang dua bulan. Gaji  diutang dua bulan saja tetap bersemangat. Bukankah itu tantangan bagi para guru yang gajinya justru akan dinaikkan menjadi minimal Rp 2 juta/bulan?</p>
<p>Meskipun demikian, tetap harus kita perhatikan bahwa peningkatan gaji bukanlah satu-satunya faktor bagi kemajuan pendidikan kita. Faktor lainnya adalah faktor struktural. Para guru selama tiga dekade Orde Baru dijadikan ”bemper” politik bagi kekuatan Partai Golkar. Guru dijadikan agen politik pembangunanisme dan juga agen pemenangan program politik Golkar. Melalui organisasi Korpri dan PGRI, mereka dijadikan proyek korporatisme negara. Akibatnya para guru tidak memiliki jiwa pembaruan dan inisiatif dalam menggali khazanah ilmu pengetahuan serta keberanian mengembangkan inovasi pembelajaran yang terlepas dari politik pendidikan. Dalam konteks itu jiwa dan mental demokrasi guru juga ditumpulkan.</p>
<p>Kemudian juga masih  kuatnya politik pendidikan  yang mengontrol arah dan sistem pendidikan selama tiga dekade membuat para guru seperti ”robot” yang dipenjara melalui tugas-tugas kedinasan yang stagnan. Mudah-mudahan dengan cukupnya gaji, guru-guru kita akan lebih independent, berkarakter, dan tak hanya tunduk pada politik pendidikan yang menghambat kemajuan bangsa. ***</p>
<p><strong>Oleh: </strong><strong>M. Tholib, S.Pd, M.Si.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mantambakberas.com/pendidikan/guru-sejahtera-guru-berkarakter-08-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIKAP GURU TERHADAP PEMBELAJARAN DENGAN MULTIMEDIA</title>
		<link>http://mantambakberas.com/pendidikan/sikap-guru-terhadap-pembelajaran-dengan-multimedia-08-2011/</link>
		<comments>http://mantambakberas.com/pendidikan/sikap-guru-terhadap-pembelajaran-dengan-multimedia-08-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 15:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emtholib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[multimedia]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[sikap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mantambakberas.com/?p=845</guid>
		<description><![CDATA[Media bentuk jamak dari kata “medium” yang berarti “diantara”, yaitu suatu istilah yang menunjukkan segala sesuatu yang bisa membawa informasi dari sumber ke penerima. Menurut Martin dan Brigg media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan dalam komunikasi guru dan siswa, dapat berupa TV, komputer, LCD proyektor dan lain-lain yang dapat digunakan untuk menyalurkan bahan pembelajaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTTvVU1lJFRO8QJSJbdra_DdyAmJPiJfESrO0FDOFlmePxn-FZv" alt="" width="101" height="81" />Media</strong> bentuk jamak dari kata “medium” yang berarti “diantara”, yaitu suatu istilah yang menunjukkan segala sesuatu yang bisa membawa informasi dari sumber ke penerima. Menurut Martin dan Brigg media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan dalam komunikasi guru dan siswa, dapat berupa TV, komputer, LCD proyektor dan lain-lain yang dapat digunakan untuk menyalurkan bahan pembelajaran sehingga mampu merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan siswa.<span id="more-845"></span></p>
<p>Media pembelajaran memiliki posisi yang sangat penting dalam proses pembelajaran di kelas. Setiap orang sependapat bahwa dasar semua proses pembelajaran adalah pengalaman/experience, dan proses belajar yang paling efektif dan permanen diperoleh dari pengalaman yang bersifat konkret dan langsung. Dan pengalaman semacam itu tidak selalu dapat diperoleh oleh siswa. Maka guru kemudian memilih dan merancang sistem pembelajaran pengganti pengalaman tersebut dengan simbolisasi baik dalam bentuk kata-kata maupun tulisan. Hanya saja bentuk-bentuk simbol tersebut belum dapat memberikan pengalaman yang realistik dan hidup. Oleh karena itu guru sangat memerlukan alat bantu berupa media pembelajaran.</p>
<p>Beberapa manfaat media pembelajaran adalah:</p>
<ol>
<li>Pembelajaran akan lebih menarik siswa, sehingga bisa tumbuh motivasi belajar.</li>
<li>Memperjelas makna dari materi/bahan ajar.</li>
<li>Metode  pembelajaran  lebih variatif, tidak semata-mata komunikasi verbal oleh guru, sehingga siswa tidak jenuh dan gurupun tidak kehabisan energi.</li>
<li>Siswa lebih banyak kegiatan, guru bisa lebih fokus sebagai mediator, fasilitator dan motivator.</li>
</ol>
<p>Berdasarkan bentuk dan cara penyajiannya secara umum ada 4 macam jenis media, yaitu: visual, audio, audio-visual dan multimedia. Disebut multimedia karena media jenis merupakan integrasi dari 3 jenis media yang lain, sehingga akan lebih lengkap dalam hal pengoptimalan fungsi pancaindera siswa.  Biasanya pembelajaran dengan multimedia, berbasiskan teknologi komputer. Berbagai macam kemungkinan penggunaan teknologi komputer meliputi: tutorial, latihan soal, simulasi, game dan pemecahan masalah yang seharusnya bisa dimanfaatkan banyak oleh seorang guru pada proses pembelajarannya. Namun pada kenyataannya penggunaan multimedia dalam pembelajaran sering terabaikan dengan berbagai alasan.</p>
<p><img class="size-full wp-image-846 alignright" style="border-style: initial; border-color: initial;" title="multimedia" src="http://mantambakberas.com/wp-content/uploads/2011/08/multimedia.jpg" alt="" width="207" height="155" /></p>
<p>Berikut adalah beberapa sikap dan level guru dalam merespon pembelajaran dengan multimedia:</p>
<p><strong>1. Apatis</strong> .</p>
<p>Pada level ini guru sama sekali tidak tertarik dengan pembelajaran dengan multimedia, mungkin belum tahu manfaatnya atau tidak memiliki kapasitas yang memadai untuk menguasai teknologi komputer. Maka, guru pada level ini sangat isolatif (menutup diri), sehingga sulit untuk menerima hal-hal baru yang bersifat inovatif, akibatnya siswa harus menerima pembelajaran konvensional di kelas, mungkin untuk satu materi tertentu menguntungkan, tapi secara global akan sangat menjemukan.</p>
<p><strong>2. Tertarik</strong> .</p>
<div>Pada level ini guru baru sebatas mengetahui manfaat pembelajaran dengan multimedia, mungkin juga tahu berbagai kelemahamannya, tetapi tidak memiliki kapasitas yang memadai untuk menguasai teknologi komputer. Untuk itu, guru mungkin hanya sekedar mengijinkan dan menganjurkan kepada siswa untuk menggunakan teknologi komputer, tetapi tidak untuk diterapkan di dalam kelas.&nbsp;</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Mulai Adopsi.</strong></p>
<p>Pada level ini, guru sudah memiliki sedikit banyak bekal terkait dengan teknologi komputer, akan tetapi belum</p>
<p>mampu berbuat banyak. Produk-produk ICT (Information Communication and Technology) yang banyak di luar, baru sebatas diketahui dan digunakan saja. Dia belum mampu menemukan kekuatan sendiri dari materi yang akan di buat dan digunakannya.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Adaptasi.</strong></p>
<p>Pada level ini, guru sudah memiliki lumayan banyak bekal yang terkait dengan teknologi komputer. Bahkan, guru sudah mampu melihat plus minusnya suatu produk ICT. Karena itu, dia bisa memilah dan memilih, bahkan mengurang atau menambahkan sesuatu dalam penerapannya sehingga penggunaannya lebih sesuai dengan harapannya.</p>
<p><strong>5. </strong><strong>Inovasi.</strong></p>
<p><strong> </strong>Pada level ini, guru sudah mahir tentang teknologi komputer atau beberapa program dan software pembelajaran, dan mampu membuatnya sendiri, yang sama sekali baru dan sangat cocok dengan kebutuhan pembelajarannya.</p>
<p>Sekarang ini, kita para guru berada di level yang mana? Rasa-rasanya kita lebih banyak berada pada level 1 , 2 dan 3. Kita, sebagai guru, masih harus belajar untuk bisa masuk ke level 4 dan 5. Bahkan, kita juga banyak yang belum tahu sama sekali tentang program-program ICT yang terbaru. Karena itu, kita perlu lebih banyak membuka diri untuk mengetahui tentang perkembangan teknologi komputer.</p>
<p>Guru yang profesional adalah guru yang menguasai materi yang diajarkannya, menguasai metode berikut teknik pembelajaran yang diperlukan dan juga mengikuti perkembangan jaman sehingga mampu melaksanakan pembelajaran yang baik sesuai dengan jamannya. Sudah bukan jaman</p>
<p>nya lagi mengajar dengan mengandaikan kejadian seperti kita dulu belajar. Anak dilahirkan pada dan untuk jamanya, maka gurulah yang harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan anak, bukan sebaliknya.</p>
<p>Namun demikian, sekolah juga tetap berperan penting dalam memberikan dukungan/kontribusi agar pembelajaran disekolah dengan multimedia bisa berlangsung dengan lebih baik dan mencapai tujuan yang efektif. Tanpa dukungan yang baik dari pihak sekolah, pembelajaran multimedia hanya akan menjadi mimpi belaka. Guru tidak akan mampu melakukannnya secara kontinyu dan konsisten.</p>
<p>Dukungan itu antara lain:</p>
<p>1. Penyediaan Sarana</p>
<p>Prasarana, agar pembelajaran multimedia dengan teknologi komputer bisa berlangsung dengan optimal.</p>
<p>Diperlukan ketersediaan sarana prasarana yang setiap periode tertentu harus selalu di update. Ini memang akan memakan biaya mahal, tapi kalau dikaitkan dengan kebutuhan hidup di masa mendatang, tampaknya ini takkan bisa terelakkan.</p>
<p>2. Pembinaan Human Resources/Sumber Daya Manusia.</p>
<p>Perkembangan teknologi komputer yang begitu pesat dari waktu ke waktu, menuntut setiap orang untuk mengikuti perkembangan. Untuk itu, sumber daya manusia di sekolah, terutama para guru, perlu terus menerus mengikuti perkembangan itu secara mandiri atau mendapatkan pelatihan secara terorganisir oleh sekolah.</p>
<p>3. Pemantapan Iklim ICT yang sehat untuk Pendidikan. ICT merupakan sesuatu yang netral. dan semuanya (yang baik atau yang buruk) tersedia di dalamnya. Hanya manusianyalah yang menentukan apakah ICT itu akan bermanfaat untuk kebaikan atau keburukan. Karena itu, diperlukan adanya suatu iklim pendidikan yang sehat untuk menjaga agar penggunaannya tidak menjurus ke hal-hal yang tidak baik (pornografi dan lain-lain).</p>
<p>Akhirnya, perkembangan teknologi komputer sudah ada di depan mata, dan menanti kita untuk mengolah dan memanfaatkannya demi kepentingan pendidikan anak menghadapi masa depannya. Sebagai guru yang profesional, tampaknya tidak bisa tidak kita harus belajar dan terus belajar. Kita tidak boleh berdiam diri dan melaksanakan pembelajaran di sekolah tanpa mencoba dan melirik sedikit pun terhadap keberadaan teknologi komputer yang sangat potensial untuk media pembelajaran tersebut. Namun, kita juga harus pandai-pandai dalam memberikan penugasan agar teknologi komputer memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi anak, bukan justru menghancurkan generasi muda.</p>
<p>Semoga bermanfaat. <strong><em>“Mari kita belajar sama-sama dan sama-sama belajar”</em></strong>, mulai sekarang juga&#8230;.!</p>
<p><strong>Penulis: </strong></p>
<p><strong>M. Tholib, S.Pd, M.Si. &#8211; Pengajar Matematika di MAN Tambakberas Jombang</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mantambakberas.com/pendidikan/sikap-guru-terhadap-pembelajaran-dengan-multimedia-08-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

